Peningkatan Literasi Keuangan Pelajar Melalui Pemahaman Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Guna Mendorong Perilaku Pengelolaan Keuangan Yang Bijak

  • Aryanti Sekar Kinanti Universitas Pamulang
  • Alvi Rosdiyanti Universitas Pamulang
  • Najla Desinta Universitas Pamulang
  • Fahmi Susanti Universitas Pamulang

Abstrak

. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memperkuat pengetahuan keuangan siswa tingkat menengah dengan menekankan pemahaman perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebagai dasar untuk mengambil keputusan finansial yang baik. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pemuda, yang terlihat dari perilaku konsumsi yang tidak teratur dan kurangnya kemampuan dalam mengelola uang saku secara bijaksana. Metode yang diterapkan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi pengambilan keputusan keuangan yang disesuaikan dengan situasi keuangan sehari-hari peserta. Pelaksanaan kegiatan ini mengikuti delapan langkah yang terintegrasi, dimulai dari persiapan, sosialisasi, penyampaian materi yang interaktif, praktik, pendampingan, hingga evaluasi di akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep kebutuhan dan keinginan, serta kemampuan mereka untuk menentukan prioritas pengeluaran dengan lebih terencana. Program ini juga berkontribusi pada terciptanya kebiasaan menabung dan penyusunan rencana keuangan yang sederhana sejak dini. Oleh karena itu, program ini dapat dijadikan acuan model edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar sebagai bekal kemandirian finansial di masa depan

Referensi

Atkinson, A. , dan Messy, F. (2012). Mengukur Literasi Keuangan: Hasil Studi Percontohan OECD / Jaringan Internasional Pendidikan Keuangan (INFE). Kertas Kerja OECD tentang Keuangan, Asuransi, dan Pensiun Swasta, No. 15. Penerbit OECD. https://doi. org/10. 1787/5k9csfs90fr4-en
Fernandes, D. , Lynch, J. G. , dan Netemeyer, R. G. (2014). Literasi keuangan, pendidikan keuangan, dan perilaku keuangan selanjutnya. Manajemen Ilmu, 60(8), 1861–1883. https://doi. org/10. 1287/mnsc. 2013. 1849
Garman, E. T. , dan Forgue, R. E. (2015). Keuangan Pribadi (edisi ke-12). Cengage Learning.
Lusardi, A. , dan Mitchell, O. S. (2014). Pentingnya literasi keuangan dalam ekonomi: Teori dan bukti. Jurnal Literatur Ekonomi, 52(1), 5–44. https://doi. org/10. 1257/jel.
52. 1. 5
Mankiw, N. G. (2018). Prinsip-Prinsip Ekonomi (edisi ke-8). Cengage Learning.
Maslow, A. H. (1943). Sebuah teori motivasi manusia. Tinjauan Psikologis, 50(4), 370–
396. https://doi. org/10. 1037/h0054346
Mustajib, Khunaifi, A. Y. , dan Mubarok, H. (2021). Manajemen mutu pengasuh panti asuhan Rukun Santoso, Kencong Kediri. Jurnal Ilmiah Iqra' Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado, 12(1), 77–94.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2022. OJK. https://www. ojk. go. id/
Xiao, J. J. , dan O'Neill, B. (2018). Kecenderungan untuk merencanakan, kemampuan keuangan, dan kepuasan finansial. Jurnal Internasional Studi Konsumen, 42(5), 501–512. https://doi. org/10. 1111/ijcs. 12461
Diterbitkan
2026-03-01
Bagian
Articles